Salafi Wahabi Mewajibkan Pengikutnya Bersaksi Orang Tua dan Umat Islam Kafir

“Jika ada orang mau masuk Islam (versi Salafi Wahabi) atau menegaskan keislamannya, maka sesudah orang itu mengucapkan dua kalimat syahadat, Syeikh Ibnu Abdul Wahhab berkata: Bersaksilah atas dirimu bahwa kamu sebelumnya kafir, bersaksilah atas kedua orang tuamu bahwa keduanya mati dalam keadaan kafir, bersaksilah atas Fulan dan Fulan – mereka (wahabi) rujukan itu kepada para ulama besar terdahulu – bahwa mereka semua orang-orang kafir.’ Jika orang yang mau masuk Islam setuju dengan kesaksian seperti itu, Syeikh Ibnul Abd Wahhab menerima keislamannya. Namun jika tidak, Syeikh memerintahkan para pengikutnya untuk membunuhnya. Mereka secara terang-terangan telah mengkafirkan umat Islam.” (Ahmad Zaini Dahlan, Khulashah Al-Karim fi Bayan Umara Al-Balad Al-Haram, jilid 2: 227).

Demikianlah kesaksian Syeikh Ahmad Zaini Dahlan (Mufti Mekkah saat itu) tentang mereka dalam kitabnya tersebut.

Kesaksian Syeikh Ahmad Zaini Dahlan ini bukan tuduhan kosong tanpa bukti. Sebab Ibnu Abdul Wahhab sendiri dalam kumpulan makalahnya, Ad-Durar As-Saniyyah, menyatakan bahwa setiap orang Islam yang akan masuk dalam dakwah Wahabi harus mengatakan dirinya dahulu adalah kafir dan orang tuanya mati dalam keadaan kafir. Jika tidak mau mengakui itu, maka dia akan dibunuh dan hartanya menjadi Fa’i bagi kaum Salafi Wahabi. (Ad-Durar As-Saniyyah, jilid 10: 143)

Dia juga menyatakan dalam kumpulan risalahnya itu:
“Betapa indahnya apa yang diucapkan oleh salah seorang Badui ketika datang kepada kami dan mendengar sedikit tentang Islam. Si Badui itu berkata, “Aku bersaksi bahwa kami adalah orang-orang kafir – yakni dirinya dan semua orang-orang Badui-, dan aku bersaksi bahwa guru yang menyatakan kami adalah orang Islam, dia juga kafir.” (Lihat Muhammad bin Abd Wahab, Ad-Durar As-Saniyyah, jilid 8: 119)

SUMBER DAN LINK TERKAIT

Bukti Otentik Salafi Wahabi Mengkafirkan Umat Islam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s