Konspirasi Salafi Wahabi dan Inggris atas Terjajahnya Palestina

Dalam bukunya Shafahat min Tarikh al-Jazirah DR. Muhammad Awadh Al-Khathib memaparkan bukti-bukti konkret tentang terlalu tampaknya pembelaan Wahabi dalam berbagai kasus yang terkait dengan kepentingan Inggris dan Yahudi kala itu. Salah satu indikasinya adalah ketika dilangsungkan Kongres Dunia Islam pada 1926, para ulama dan utusan dari negara-negara dunia Islam mengusulkan untuk membersihkan kawasan Timur Tengah-seperti Palestina, Syiria, Irak, dan semenanjung Jazirah Arab-dari pengaruh asing, namun ulama Wahabi menolak usulan negara-negara dunia Islam tersebut. (Shafahat min Tarikh Al-Jazirah: 240-248)

Bukan suatu yang aneh jika Salafi Wahabi selama ini bungkam seribu bahasa dengan keberadaan Yahudi di Palestina dan segala kejahatan yang mereka lakukan terhadap umat Islam di negeri yang terampas dan terjajah itu. Sejak awal, Salafi Wahabi sudah mengamini”penggadaian” negeri Palestina kepada Inggris untuk diberikan kepada orang-orang Yahudi.

Dalam Muktamar al-Aqir tahun 1341 H di distrik Ahsaa telah ditanda tangani sebuah perjanjian resmi antara pihak Wahabi dengan pemerintah Inggris. Tertulis dalam kesepakatan itu kalimat-kalimat yang ditorehkan oleh pemimpin Wahabi berbunyi :
“Aku berikrar dan mengakui seribu kali kepada Sir Percy Cox wakil Britania Raya, tidak ada halangan bagiku (sama sekali) untuk memberikan Palestina kepada Yahudi atau yang lainnya sesuai keinginan Inggris, yang mana aku tidak akan keluar dari keinginan Inggris sampai hari kiamat.” (Shafahat min Tarikh Al-Jazirah)

Surat perjanjian itu ditanda tangani oleh Raja Abdul Aziz. Selain itu, utusan Wahabi juga telah datang menghadiri “Muktamar tentang tempat Hijrah Bangsa Yahudi ke Palestina”. Dalam muktamar itu, penasihat Wahabi , Syaikh Abdullah Philippi (kolonel Jhon Philippi)-seorang orientalis penasihat kerajaan Saudi, yang juga bertugas sebagai guru politik bagi Raja Faishal ibnu Abdul Aziz sejak berusia 12 tahun-mengusulkan untuk memberikan Palestina kepada bangsa Yahudi dengan imbalan kemerdekaan bagi seluruh negara-negara Arab. Dalam muktamar tersebut, Wahabi menyetujui kesepakatan rencana itu. Ini adalah pengakuan Jhon Philipi sendiri dalam bukunya “40 ‘Am fi Jazirah Al-Arab”. Termaktub juga dalam buku:
• Khairi Hamad, A’midah Al-Isti’mar
• Nashir As-Sa’id, Tarikh Ali Saud
• Abu Al-Ali At-Taqwa, Al-Firqah Al-Wahabiyah fi Khidmati man: 29.

Ketika kecamuk perang Palestina 15 Mei 1948 masih saja berlanjut, Wahabi sangat khawatir jika perang berujung pada kemenangan persatuan negara-negara Arab yang diketuai oleh Mesir dalam merebut Palestina dari tangan Israel. Kondisi itu akan mengancam eksistensi negara mereka mengingat hubungan mereka dengan Mesir (salah satu provinsi Khilafah Turki Utsmani saat itu) sangat tajam, karena klan Saudi dianggap telah merongrong kedaulatan Khilafah Turki Utsamni bekerja sama dengan penjajah Inggris untuk mendirikan negara baru. Maka pada pagi hari tanggal 7 Januari 1949, secara diam-diam, pimpinan Wahabi menghubungi perwakilan Amerika dan Inggris di Kota Jeddah untuk meminta bantuan agar peperangan Palestina segera diakhiri dengan perundingan damai antara Arab dan Israel. Arsip dokumen tentang pembicaraan antara perwakilan Amerika dan Inggris di Jeddah bersama Wahabi tentang permohonan bantuan kepada Amerika dan Inggris ini tertanggal 8 Kanun ats-Tsani 1949. Arsip dokumen tersebut baru diungkap dan diberitakan secara resmi oleh Kementrian Luar Negeri Amerika Serikat setelah 30 tahun berlalu. (Dikutip oleh DR. Muhammad Awadh Al-Khathib dalam bukunya Shafahat min Tarikh al-Jazirah: 240-248)

Bahkan Abdullah Jhon Philipi selaku penasehat Saudi mengakui dalam bukunya, 40 Tahun di Jazirah Arab (40 Aman fi al-Jazirah al-Arabiyah): “Masa depan Palestina,semuanya, bagi pemimpin mereka (Wahabi) tergantung sahabat Inggris yang mulia. Inggris akan berbuat semaunya dan pimpinan Wahabi hanya patuh dan taat.

Ketika pecah perang yang dilancarkan Israel pada bulan Juni 1967 kepada sebagian negara-negara Arab dengan dukungan Amerika dan Eropa Barat, pemimpin Wahabi yang baru datang dari negara-negara Barat itu menyampaikan pidato pada tanggal 6 Juni sebagai berikut :

“Wahai saudara-saudaraku, aku (baru saja) datang dari saudara-saudara kalian di Amerika, Britania, dan Eropa. Kalian mencintai mereka, dan mereka pun mencintai kalian….”

Pada tahun 1969, saat diwawancarai koran Washington Post,pemimpin Wahabi mengakui adanya kedekatan dan hubungan khusus antara mereka dengan bangsa yahudi, lalu berkata :

“Sesungguhnya kami dengan bangsa Yahudi adalah sepupu. Kami tidak akan rela melemparkan mereka ke laut sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian orang, melainkan kami ingin hidup bersama mereka dengan penuh kedamaian.”
(Harian Washington Post tgl 19/91969, penjelasan Raja Saudi itu diterjemahkan oleh koran-koran Arab, di antaranya harian Al-Hayah Al-Bairutiyah)

Mereka mengucapkan kalimat-kalimat seperti itu bukan hanya sekali, yang menandakan adanya hubungan emosional dan kemesraan khusus dengan bangsa Yahudi dan Barat. Pada tanggal 15 Juni 1975, pemimpin Wahabi mengatakan, “Kami sangat siap untuk mengakui Israel… tetapi Israel harus menyelesaikan dulu masalahnya dengan para tetangganya dan merapikan urusannya dengan Palestina.” Ketika ditanya maksud dari ucapannya tentang “merapikan” urusannya (tadabbur al-amr)”,pemimpin Wahabi itu menjawab diplomatis, “Israel lebih tahu tentang urusan itu (Isra’il adra bi syu’uniha).”

Oleh karena itu, tidak aneh jika ulama-ulama Wahabi juga menyuarakan hal yang sama tentang Israel, seperti fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh Ibnu Baz, Ibnu Utsaimin,al-Albani, dan ulama mereka yang laainnya. Silakan di lihat dalam fatwa Bin Baz yang membela kepentingan Yahudi, misalnya, yang dimuat di Koran al-Muslim tanggal 19 Sya’ban 1415/20 Januari 1995. Atau silakan lihat di buku Majmu Fatawa al-Allamah Abdul Aziz ibnu Baz, penyusun Muhammad ibnu Saad asy-Syuwai’r,Dar al-Ifta, h.227-229.

KUMPULAN DOA-DOA DARI AL-QUR’AN
KUMPULAN INFORMASI SALAFI WAHABI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s