Protes Keras Ulama NU terhadap Salafi Wahabi

Kerisauan dunia Islam terhadap sikap Salafi Wahabi saat itu sudah mencapai puncaknya. Demikian pula, ulama-ulama Indonesia yang diwakili Nadhlatul Ulama sudah sangat khawatir mengenai Gerakan Wahabi ini. Maka, para ulama yang berpengaruh berkumpul di Surabaya pada 31 Januari 1926 M/ 16 Rajab 1344 H. Diantara ulama yang hadir saat itu adalah:
• KH.Hasyim Asy’ari (Jombang),
• KHR. Asnawi (Kudus),
• KH.Wahab Hasbullah (Jombang),
• KH.Bisri Syansuri (Jombang),
• KH.Nawawie ibnu Noerhasan (Sidogoro Pasuruan),
• KH. Ma’shum (Lasem),
• KH. Nachrowi (Malang),
• KH.Ndoro Muntaha (Bangkalan),
• KH.Ridwan Abdullah (Surabaya),
• KH. Mas Alwi Abdul Aziz (Surabaya).

Mereka kemudian memutuskan untuk mengirimkan delegasi-yang kemudian terkenal dengan nama “Komite Hijaz”- ke Kongres Dunia Islam (Muktamar Khalifah) di Makah untuk memperjuangkan situs-situs sejarah yang masih tersisa dan mengingatkan Raja Saud agar hukum-hukum menurut mazhab empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali), mendapat perlindungan dan kebebasan dalam wilayah kekuasaannya.

Delegasi “Komite Hijaz” ini terdiri dari KH.Wahab Hasbullah, Syaikh Ghanaim al-Mishri, dan KH.Dahlan Abdul Kohar. Utusan para ulama pesantren itu, alhamdulillah, berhasil dan diterima dengan baik olek penguasa Saudi. Raja Saudi menjamin kebebasan amaliah dalam mazhab empat di Tanah Haram dan tidak ada penggusuran makam Nabi Muhammad SAW.
Sumber://nabihaalkhalididiy.blogspot.com/2009/05/kenapa-wahabi-berdism-diri.html.

Kita dapat membandingkan tindakan barbar Kaum Wahabi ini dengan peristiwa berdarah lainnya dalam sejarah manusia. Perang Dunia kedua, misalnya, mengingatkan kita kepada kekejaman Nazi Jerman yang dipimpin oleh Hitler,yang mengejar-ngejar dan membunuh setiap orang Yahudi. Pasca perang, kekejaman Hitler ini diperingati dunia, khususnya Jerman dan sekutunya. Nazi kemudian dilarang dan orang yang mengusung simbol-simbolnya bisa dihukum dan diusir dari Jerman. Namun demikian, Hitler dengan Nazinya tidak merusak bangunan sejarah karya Yahudi, tidak pula merusak kuburan mereka. Bandingkan dengan tindakan Salafi Wahabi yang tidak hanya menghancurkan bangunan, membunuh, dan mengusir orang hidup, tetapi juga mencincang orang-orang yang sudah wafat. (Tulisan ini diterjemahkan dari History of The Cemetery of Jannat Al-Baqi)

KUMPULAN DOA-DOA DARI AL-QUR’AN
KUMPULAN INFORMASI SALAFI WAHABI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s