Prof. DR. KH. Said Aqil Siraj: Wahabi Harus Diwaspadai

kita bisa mengenali seperti apa kondisi aliran wahabi tersebut yang saat ini telah berkembang besar di Indonesia, baik dari segi proses kelahirannya maupun sikap mereka terhadap para ulama. Kita tahu gerakan-gerakan mereka hanya berbekal dalil sekenanya saja, mereka mengklaim telah memahami ajaran Rasulullah dengan semurni-murninya, padahal dalilnya adalah palsu dan tidak rasional. Mereka sebenarnya tidak memahami isi al-Qur’an dan hadits, apalagi hingga menafsirkannya.
.
Munculnya beberapa aliran seperti, Salafi Wahabi dan Hizbut Tahrir di Indonesia bukanlah mendamaikan umat Islam justru perpecahan yang terjadi dikalangan umat Islam. Islam melarang melakukan perbuatan kekerasan dan perpecahan, Islam adalah agama yang ramah, santun, yang menjunjung perdamaian, persaudaraan antar sesama. Salafi Wahabi adalah kelompok yang mengusung misi modernisasi agama dan perintisnya adalah Muhammad bin Abdil Wahhab di Nejd. Beliau adalah pengikut madzhab Imam Ahmad, akan tetapi dalam berakidah beliau mengikuti Ibnu Taimiyah
.
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Said Aqil Siradj mengatakan gerakan Wahabi yang berkembang di Indonesia berasal dari Arab Saudi dengan tujuan ingin mengajarkan pemurnian Islam versi mereka, sementara ajaran lain dianggap tidak sesuai.
“Konsep tersebut tidak cocok diterapkan di Indonesia dan harus diwaspadai. Karena dalam perkembangannya wahabi itu sedikit lebih keras,” kata dia dalam Bedah buku oleh Gerakan Pemuda Anshor di Riau, Ahad (5/2).

Ia mengatakan, Wahabi memang bukan gerakan terlarang, namun pihaknya menghimbau agar ketidaksamaan pandangan tidak membuat umat bingung.
“Mereka sering menganggap umat lain menjalankan tradisi ‘bidah’ yang tak diajarkan agama seperti ziarah kubur, baca tahlil, sehingga ajaran itu harus ditinggalkan,” kata dia.

Ia mengatakan, segala kegiatan yang dilakukan umat Islam terutama kaum Nahdiyin (NU) semua berdasarkan ajaran dan tuntunan dan tidak ada yang mengada-ngada.
“NU bersikap tegas, kami justru menghargai agama lain yang jelas-jelas tidak mebawa nama Islam,” kata dia. Hal tersebut, kata Said, karena dalam Al-Quran juga diajarkan untuk saling menghargai antarumat beragama.

Dengan semakin kuatnya gerakan anti Syiah yang dilakukan oleh sejumlah ulama yang mengusung salafi wahabi, maka saya tergerak lagi untuk menuliskan pandangan saya tentang Syiah Indonesia. Melalui kata Syiah Indonesia, maka saya ingin menegaskan bahwa Syiah di Indonesia sudah menjadi bagian dari masyarakat dan bangsa Indonesia dan keyakinan keberagamaannya juga sudah menjadi bagian dari keyakinan keberagamaan masyarakat Indonesia.

Sebagaimana diketahui bahwa pasca kerusuhan di Sampang, maka ada usaha yang dilakukan oleh sekelompok ulama yang mengatasnamakan Islam sunni untuk menghakimi bahwa Syiah adalah ajaran yang menyimpang dan sesat sehingga haruslah dilakukan tindakan mengusir dan melarang ajaran Syiah tersebut dari wilayah yang dikuasai oleh orang yang menyatakan sebagai kaum Sunni.

Saya menjadi sedih melihat bahwa Indonesia yang besar ini selalu dikoyak oleh orang yang mengatasnamakan agama yang paling benar untuk melakukan kekerasan agama. Saya menjadi teringat dengan komentar Dr. Makhlani, Representative IDB Indonesia, mengomentari komentar saya di koran The Jakarta Post, bahwa Islam Indonesia yang besar ini selalu dikerdilkan orang yang merusak kesatuan dan persatuan bangsa. Bayangkan bahwa kerusuhan di Sampang itu menjadi berita besar di dunia dan hal itu sangat merugikan positioning Indonesia dalam percaturan internasional.

Ketika saya ke Australia, maka ada cerita tentang bagaimana orang menjadi takut untuk datang ke Indonesia. Ada sebuah lembaga pendidikan yang menginginkan agar siswanya datang ke Indonesia dalam rangka mempelajari budaya Indonesia. Akan tetapi sejumlah orang tua keberatan, sebab selalu diberitakan bahwa Indonesia bukanlah negara dan tempat yang aman. Jadi, peristiwa pembakaran terhadap rumah dan tempat ibadah itu tentu menyumbang tentang ketakutan orang luar negeri tentang Indonesia. Mereka yang melakukan gerakan kekerasan tersebut tentu membawakan kenyataan semakin jeleknya citra Indonesia di dunia internasional.

Makanya, ketika saya membuka internet dan mata saya terperangkap dengan berita tentang MUI tidak menyesatkan Syiah. Saya merasa sangat gembira dengan berita ini. Yang bersuara seperti ini adalah Umar Syihab salah seorang ketua MUI. Beliau menyatakan bahwa selama ini belum ada fatwa MUI yang menyatakan bahwa Syiah adalah aliran sesat. Memang ada hasil rekomendasi yang menyatakan bahwa Syiah harus diwaspadai sebab kala itu, tahun 1984, Syiah memang mengusung ideologi politik pasca hancurnya kekuasaan tiranik di Iran.

Para tokoh Islam, seperti Dien Syamsudin, pimpinan Muhammadiyah, Said Aqil Siraj, pimpinan NU, Prof. Quraisy Syihab dan sejumlah ulama lain juga memandang bahwa janganlah melakukan tindakan main tuduh dengan menyatakan bahwa sekelompok penganut faham agama lain sebagai sesat, kafir dan sebagainya. Ada ketegasan pandangan mereka ini bahwa Syiah bukanlah aliran sesat. Syiah di Indonesia memang berasal dari Syiah Dua Belas Imam atau Syiah Istna Asy’ariyah, sehingga bukanlah Syiah yang menyimpang. Bahkan berdasarkan kenyataan empiris, banyak kesamaan ibadahnya dengan kelompok NU. Tentu juga ada yang berbeda. Jangankan antara Sunni dengan Syii, sedangkan antara NU dan Muhammadiyah yang sesama ahlu sunnah wal jamaah juga ada tatacara ibadah yang berbeda. Jadi, perbedaan adalah suatu keniscayaan.

Ada sebuah hipotesis yang barangkali bisa dijadikan sebagai tema pengkajian adalah semakin tingginya gerakan fundamentalisme agama, maka semakin banyak kekerasan agama yang bermotif atau bernuansa keagamaan. Pertanyaannya adalah apakah ada korelasi antara fundamentalisme agama dengan gerakan untuk melakukan justifikasi bahwa selain keyakinannya, maka semuanya adalah ajaran yang salah dan semuanya harus dikembalikan kepada keyakinan fundamentalismenya dan untuk kepentingan tersebut bisa saja menggunakan kekerasan.

Saya sungguh merasakan bahwa tindakan kekerasan yang dilakukan oleh orang “NU” di Sampang ini memang bisa saja didesain oleh orang di luar NU yang secara sengaja memanfaatkan sentimen keagamaan sebagai basis untuk mencapai tujuannya, yaitu mengobrak-abrik Islam moderat yang selama ini dilabelkan kepada NU.

Sejauh ini kita telah gagal menghapus perbedaan pendapat di antara kelompok sunah dan Syiah, walaupun telah berlalu puluhan abad. Maka wajiblah kita mengakui bahwa perbedaan tersebut adalah sesuatu yang memang ada, namun jangan sekali-kali mengembangkannya sehingga menjadi pertentangan berdarah. Cukuplah luka-luka yang kita derita. Cukuplah perpecahan yang mengoyak-ngoyak kita. Sudah amat banyak bencana yang menghancurkan kita, umat Islam. Sementara itu, Zionisme internasional selalu bersiap-siap untuk menghancurkan kita dan mencerabut eksistensi kita dari akar-akarnya. Apa gunanya mengulang-ulang pidato-pidato yang mencaci maki, menyakiti hati, memprovokasi, memusuhi dan menyebut-nyebut kejelekan dan aib masing-masing kelompok? Manfaat apa yang diharapkan dari permusuhan yang menumpahkan darah si suni maupun si syii?

Menjadi kewajiban orang-orang berakal, dari kalangan sunah dan Syiah, untuk berupaya sungguh-sungguh mengubur segala macam fitnah (penyebab pertikaian) di antara mereka, menghindari segala bentuk provokasi atau kebiasaan melempar ancaman ataupun tuduhan pengkhianatan ke alamat kelompok yang lain.

Wahai orang-orang berakal di kalangan sunah dan Syiah!
Cabutlah semua sumbu pertikaian. Padamkanlah semua api pertikaian. Janganlah menambah lagi bencana umat ini di atas segala bencana yang sudah mereka alami.
Wahai orang-orang berakal di kalangan sunah dan Syiah!
Biarlah masing-masing memilih jalannya sendiri, biarlah masing-masing menentukan arah pandangannya sendiri, sampai kelak saat Allah memutuskan apa yang kita perselisihkan di antara kita. (http://syiahali.wordpress.com)

KUMPULAN TULISAN &INFORMASI TENTANG SALAFI WAHABI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s