Perseteruan Wahabi Saudi dengan Syiah Iran

**** awal kutipan *****
Para siswa Sunni di sekolah-sekolah pemerintah Iran pada jam-jam pelajaran agama, tidak mempelajari buku-buku lain kecuali kitab khusus Ahlu Sunnah wal Jamaah. Tapi tentu saja sistem Republik Islam Iran akan menindak tegas pusat-pusat atas nama agama, yang menyebarluaskan pemikiran Salafi dan Wahabi serta mengakibatkan ketidakamanan di negara. Sayangnya, kebijakan itu ditafsirkan dan dikesankan sebagai sikap represif pemerintah Iran terhadap pengikut Sunni.
**** akhir kutipan *****

Dari sumber pada http://www.taqrib.info/indonesia/index.php?option=com_content&view=article&id=1114%3Akondisi-pengikut-ahlu-sunnah-di-iran-dan-syiah-di-saudi&catid=36%3Ajahane-+eslam&Itemid=143

Maupun sumber dari http://almagrub.wordpress.com/2012/09/22/jundullah-teror-di-iran-dan-catatan-untuk-eramuslim/

**** awal kutipan *****
Siapa Jundullah?

Jundullah adalah kelompok garis keras yang akhir-akhir ini paling aktif melakukan serangan ke Iran. Mereka berbasis di Pakistan, dekat perbatasan Baluchistan (dan mereka memang berasal dari etnis Baluch yang mayoritas Sunni), dan mendeskripsikan diri sebaga “gerakan perjuangan hak-hak kaum Sunni”.
**** akhir kutipan *****

**** awal kutipan ****
Siapa di Balik Jundullah?

Seymour Hersh melaporkan, tahun 2007, Kongres AS menyetujui kucuran dana 400 juta dollar untuk operasi-operasi rahasia peningkatan ketegangan di Iran; dengan tujuan untuk mendestabilisasi kepemimpinan relijius Iran. Operasi rahasia itu dilakukan dengan memanfaatkan kelompok-kelompok teroris, antara lain Jundullah, PJAK (Partai Pembebasan Kurdi), dan MKO (Mujahidin Al Khalq). MKO berbasis di Irak (meskipun para pemimpinnya mendapat perlindungan di Perancis) dan PJAK berbasis di perbatasan antara provinsi Kurdistan dgn utara Irak. MKO sejak awal tahun 1980-an sangat aktif melakukan pengeboman di Iran, termasuk pengeboman di gedung Parlemen Iran (kalau Anda pernah memperhatikan, Ayatullah Khamenei bila bersalaman dan melambaikan tangan selalu menggunakan tangan kiri; hal ini karena tangan kanan beliau lumpuh akibat pengeboman di gedung parlemen itu).
**** akhir kutipan ****

**** awal kutipan ****
(Pada waktu itu, AS demi mengusir Uni Soviet dari Afganistan membentuk, membiayai, dan mempersenjatai Taliban. Salah satu tulisan yang cukup bagus menjelaskan hal ini, bisa baca di http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=9131&Itemid=84).

Lihatlah betapa ironis, dulu AS bersekutu dengan Mujahidin, Taliban, Al Qaida; kini AS memburu mereka habis-habisan dengan mendatangkan 30.000 pasukan ke Afghanistan. Dan di saat yang sama, salah satu sayap (offshoot) Al Qaida justru dibiayai oleh AS untuk melakukan aksi terorisme di Iran. Bahwa Jundullah dibiayai AS selain sudah dikonfirmasi oleh media mainstream juga diakui oleh Abdulhamid Rigi salah satu pemimpin kelompok teroris ini yang kini sedang menanti hukuman mati di Iran.
**** akhir kutipan ****

**** awal kutipan ****
Persoalan di Iran jauh di luar konflik Sunni-Syiah. Karena itu, amat berlebihan ketika para teroris (yang kebetulan Sunni) tewas (atau ditangkap kemudian dihukum mati) akibat aksi terorisme yang mereka lakukan, desas-desus yang berhamburan adalah “ulama Sunni di Iran dibunuhi”. Btw, menurut Anda, apa yang harus dilakukan pemerintah Iran? Duduk manis saja menghadapi para teroris itu?

Saya pernah berkunjung ke Kurdistan, provinsi yang didominasi mazhab Sunni. Saya sholat Dzuhur di masjid orang-orang Sunni (sebenarnya saya tak melihat ada dikotomi “masjid Sunni” dan “masjid Syiah”.  Saya lihat, orang Syiah juga sholat di masjid yang sama; mereka di shaf  yang sama, meski gaya sholat berbeda; Sunni bersedekap, Syiah tidak.) Adzannya persis seperti di Indonesia (entah mengapa Eramuslim menggosip “Azan Sunni dilarang di Iran”). Cerita lengkapnya bisa baca dihttp://dinasulaeman.wordpress.com/2009/07/17/direct-selling-pelangi-di-persia/

Penulis Eramuslim yang suka menggosip ttg Iran itu mungkin sebaiknya datang Iran di bulan Ramadhan dan duduk manis di depan televisi Iran menjelang maghrib. Televisi Iran mengumandangkan azan dua kali (karena waktu maghrib Sunni dan Syiah berbeda; Syiah sedikit lebih lambat).

Saya tidak sedang membela Syiah atau Iran (mereka tak butuh pembelaan dari orang biasa kayak saya); hanya miris melihat situs berita yang sering jadi rujukan umat Islam Indonesia itu terjebak permainan Barat. Seharusnya mereka bisa lebih cerdas lagi melihat, siapa musuh sesungguhnya di balik semua makar ini.
***** akhir kutipan ****

Jadi sebenarnya kaum Syiah Iran sebenarnya sangat menentang pemikiran Wahabi yang mengaku Salafi namun orang banyak menganggap kaum Syiah memusuhi kaum Sunni karena Wahabi dianggap termasuk kaum Sunni padahal bukan.

Apakah informasi di atas dapat menjawab pertanyaan kenapa kerajaan dinasti Saudi  bersekutu dengan Israel dan Amerika untuk menyebarluaskan Iranophobia dan Syiahphobia sebagaimana yang diberitakan padahttp://www.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/12/11/01/mctazy-saudiqatar-ingatkan-mursi-tak-dekati-iran

***** awal kutipan *****
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Seorang diplomat Barat di Mesir mengatakan, AS, Israel, Arab Saudi dan Qatar meningkatkan tekanannya kepada Presiden Mesir Muhammad Mursi untuk menghindari hubungan diplomatik dengan Iran.

“Washington mendesak tim pembantu Presiden Morsi untuk menghentikan pembicaraan hubungan diplomatik antara Teheran dan Kairo,” ujar sumber diplomatik Barat yang dikutip Radio Norwegia, Selasa (30/10).

Menurut Austin, Deputi Presiden Mursi dan pembantunya telah meyakinkan AS bahwa mereka akan menunda kembali pembicaraan hubungan diplomatik dengan Tehran. “AS, Israel, Qatar dan Arab Saudi menyesalkan adanya upaya-upaya normalisasi hubungan diplomatik antara Iran dan Mesir,” kata diplomat Barat itu.

Sumber-sumber media mengatakan, AS dan Israel baru-baru ini menggunakan sekutu Arab mereka untuk menekan Kairo terkait hal ini, dan menambahkan, Israel dan AS menyebarkan Iranophobia dan Syiahphobia di kalangan warga Mesir dan membangkitkan sentimen terhadap Syiah di negara Arab, Sunni-mayoritas.
**** akhir kutipan *****

Begitupula informasi terkini tentang kebijakan kerajaan dinasti Saudi terhadap Yahudi Israel dapat kita ketahui salah satunya darihttp://www.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/12/10/10/mbnqxp-saudi-hapus-israel-dari-daftar-musuh

***** awal kutipan *****
REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH — Kerajaan Arab Saudi dilaporkan menghapus rezim Zionis Israel dari daftar negara-negara yang menjadi musuh Negeri Petrodolar tersebut.

Situs berita Nahrain Net mengungkap kebijakan rezim Al Saud yang menghapus nama Israel dari daftar negara-negara musuh Saudi. Fars News, Selasa (9/10), melaporkan, selain menghapus Zionis Israel dari daftar musuh, Departemen Informasi Saudi memerintahkan media-media di negara tidak mempublikasikan artikel tentang bahaya Israel bagi kawasan Timur Tengah.

Menurut para pemerhati, departemen informasi Saudi menginstruksikan media-media negara itu untuk memusatkan perhatian ke Iran dan mempropagandakan Teheran adalah musuh pertama Riyadh dan negara-negara sekitar Teluk Persia sekutu Barat, bukan Tel Aviv.
***** akhir kutipan *****

Bersekutunya kerajaan dinasti Saudi dengan Amerika yang merupakan representatif dari kaum Zionis Yahudi untuk menyusun kurikulum pendidikan agama sebagaimana contohnya dapat kita ketahui dalam video padahttp://www.youtube.com/watch?v=690j3fAWIZY  dimulai pada menit ke 2:56

Berikut transkript subtitle yang kami dapatkan dari melihat video tersebut

***** awal transkript subtitle *****
Perwakilan pemerintah Amerika:

”Selama bertahun-tahun kami bekerja sama dengan pemerintahan Saudi untuk urusan menghapus segala apa yang mengarah kepada fanatisme terhadap kelompok-kelompok agama lain di dalam kurikulum pelajaran di Arab Saudi dan di beberapa tempat lainnya”. ”Hasilnya, pemerintahan Saudi di bulan Juli 2006 telah menetapkan untuk keperluan mengkoreksi dan memperbaharui buku-buku pelajarannya, juga menghilangkan semua celah besar yang mengarah pada kebencian terhadap berbagai kelompok dan agama lain” ”Sedangkan pemerintah Saudi telah menyebutkan bahwa mereka akan menyelesaikan proyek ini, di awal tahun pelajaran 2008”
***** akhir transkript subtitle *****

Dr. Joserizal Jurnalis, SpOT, Relawan Medis MER-C menuliskan padahttp://www.mer-c.org/index.php/Misi-MER-C/kenapa-suriah.html

***** awal kutipan *****
Iran adalah negara yang tidak disenangi oleh Saudi Arabia, Qatar dan negara Arab lainnya karena berhasil melakukan REVOLUSI 79 menumbangkan Raja Reza Pahlevi yang juga sahabat penguasa Saudi Arabia. Para raja-raja khawatir revolusi tersebut diekspor ke negara-negara mereka. Salah satu cara untuk mempertahankan kekuasaan mereka, isu yang paling ampuh ditiupkan adalah Iran adalah negara Syiah bukan negara Islam karena Syiah sesat.
***** akhir kutipan *****

Sedangkan pada http://www.mer-c.org/index.php/Misi-MER-C/pemeran-utama-dibalik-krisis-suriah.html   Joserizal Jurnalis menuliskan pendapatnya bahwa ada alasan tersembunyi di balik krisis Suriah yaitu:

***** awal kutipan *****
Pertama, memotong jalur logistik HIzbullah (Syiah) di Lebanon dan membungkam kegiatan Biro Politik Hamas (Sunni) di Damaskus. Inilah alasan yang sebenarnya bagi Israel.

Kedua, mengeliminasi pengaruh Rusia di Timur Tengah. Ini penting bagi AS dan sekutunya NATO.

Beliau menambahkan bahwa ISRAEL memainkan PERAN UTAMA dalam krisis Suriah ini. Israel meminjam TANGAN banyak orang, negara dan kelompok untuk kepentingan politik Israel
***** akhir kutipan *****

BERITA AKTUAL TENTANG SALAFI-WAHABI
KUMPULAN TULISAN TENTANG SALAFI-WAHABI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s