Tiga Sifat Penghancur Kehidupan Manusia

Perlu diketahui bahwa setiap manusia punya tiga potensi sebagai karunia dari Allah SWT. Masing-masing potensi ini punya tiga turunan:

1. Potensi Syahwat, punya turunan: sifat suci diri (‘iffatun nafs), rakus, dan apatis.
2. Potensi pikir, punya turunan: sifat bijak, licik dan bodoh
3. Potensi marah, punya turunan: sifat pemberani, gegabah dan pengecut.

Masing-masing turunan tersebut (yang baik maupun yang buruk), punya lagi turunan. Siapa yang membuahkan turunan, tentu manusia itu sendiri. Dari sinilah terjadi pembuahan sifat-sifat manusia, sifat baik dan buruk.

Allah SWT berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا وَ قَدْ خَاب مَن دَساهَا

“Sungguh beruntung orang yang mensucikan jiwanya, dan sungguh merugi orang menodainya.” (Asy-Syams: 9-10)

Manusia yang sukses dan bahagia adalah ia melatih diri agar potensi membuahkan turunan sifat yang baik. Sebaliknya, manusia yang gagal adalah manusia yang membiarkan potensinya berkembang secara negatif mengikuti hawa nafsunya. Dalam perkembangannya ia tumbuh sedirian. Pertumbuhan turunan negatif itu akan terjadi percepatan karena mendapat bantuan dari setan, kalangan jin dan manusia.

Kita sering bertanya, setidaknya dalam pikiran, mengapa pertumbuhan turunan sifat negatif itu lebih cepat dan lebih mudah ketimbang pertumbuhan sifat yang baik? Dari keterang di atas kita akan mendapatkan jawaban. Yakni pertumbuhan sifat buruk, selain didorong oleh hawa nafsu kita, ia mendapat bantuan dari setan, manusia dan jin.

Di antara turunan sifat buruk tersebut dapat menghancurkan kehidupan kita manusia, yakni sebagaimana yang dinyatakan oleh Imam Hasan bin Ali bin Abi Thalib (as):

“Kehancuran manusia berada dalam tiga watak: Kesombongan, kerakusan, dan kedengkian.” (Imam Hasan bin Ali (sa), Bihârul Anwâr 78, hlm 111)

Beliau juga mengatakan: “Kesombongan menyebaban kehancuran agama, karenanya iblis dilaknat. Kerakusan musuh jiwa, karenanya Adam dikeluarkan dari surga. Kedengkian sumber keburukan, karenanya Qabil membunuh Habil.” (Imam Hasan bin Ali (sa), Bihârul Anwâr 78, hlm 111)

KUMPULAN DOA
BERITA AKTUAL TENTANG SALAFI-WAHABI
KUMPULAN TULISAN TENTANG SALAFI-WAHABI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s